Multicursor - Working In Background

November 28, 2014

JENIS - JENIS KABEL LISTRIK



    Kita sering menggunakan kabel dalam kehidupan kita sehari-hari untuk instalasi rumah dan lain-lainnya. tetapi yang kita ketahui dari kabel hanya fungsinya saja yaitu sebagai penghantar arus listrik saja tetapi terkadang kita tidak mengetahui jenis-jenis dari kabel itu sendiri. 

       Karena dengan mengetahui jenis-jenis dari kabel dan ukuran kapasitasnya lebih memudahkan kita dalam penggunaanya dan juga tidak membahayakan diri kita sendiri.

       Disini saya akan menjelaskan beberapa jenis-jenis kabel :
·                     Kabel NYA : Kabel jenis ini di gunakan untuk instalasi rumah dan dalam instalasi rumah yang sering di gunakan adalah NYA dengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Yang berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. agar aman jika menggunakan kabel tipe ini lebih baik kabel di pasang di dalam pipah atau saluran penutup, karena selain tidak bisa di ganggu sama hewan pengerat dan tidak kenah air, juga apabila ada isolasi yang terkelupas (terbuka) tidak bisa tersentuh langsung sama manusia.       

        https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl5l9uYzv4BXStsggmIx5m1YHeQftD1smp5T3IRZu3vyEZ6_zL21KVgxYJUJJc0Zr9Q59XSBMcWgY8gg9OQwy0eYEZP7r5n_38KokqI5jhah1WqVWM76wXIN245I_HjZQOq6Wq6oujbOw/s320/kabel.png


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMfs9AjeUj2QR89LGM5q9TIeXsFf7n1gDYmuWiSAdaFcUzhkmH7dydHM6qeWr9CEDkh7VxKDp0cZHvPW91o1FTYZvunErggs0F0zAqLAv5_BKtASUK3H_L-Pcz2nMn87NcSC8U7qqtxiA/s400/Kabel+NYA+.jpg
·                     Kabel NYM : Kabel jenis ini hanya direkomendasikan khusus untuk instalasi tetap di dalam bangunan yang dimana penempatannya biasa diluar/ didalam tembok ataupun didalam pipa (conduit). Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkic8luS0hJ5UiAYxQ4yBqYhxt-seSRaDMwfChRU3oyDFsSzdoiURZZRom-Ort1mAvQ80Khg_N87icqaJutQlH_JsVie9sVpYjF1nriPJdOkTH9-SR6WcFO6j_3XF-Apjjjtr60dQEHa8/s400/1652979_nym.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP3rACO4E3S61e9wSN9Jo12KyedWVwG3GDtUndF0B8qX6YroTb_3bUap5Vaii6TigmZgs9r-W1peS8Fcj4BAa1WRcjIp7GUKFnDbwGcn6lUxCe9xCnZvTUVkxvZa38NjDBDtO9U8Ak-mQ/s320/NYM+kitani.jpg
·                     Kabel NYY : Kabel ini dirancang untuk instalasi tetap didalam tanah yang dimana harus tetap diberikan perlindungan khusus (misalnya duct, pipa PVC atau pipa besi). Kabel protodur tanpa sarung logam. Instalasi bisa ditempatkan didalam dan diluar ruangan, dalam kondisi lembab ataupun kering. memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4kPoXgh2a7_wQxgFeq5JwI5UWnnRo-pPLWdmtXAB6FVE4GciiM1oXisNq31Csiwfs9DLK6jLjGipnMyKoK9h-KVfMTaHaj3CpIkrJ-DrMI92dHWsuoyaiSNJdEHhPSCpA2Ik-gZv9xzk/s320/NYY+kitani+%25281%2529.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJeNBpMCYaqoM8BYY5u9woxKlmbnMenjGVcHzFfun90JiSolaSqL8GcmlZgKofeHOQoGJ7Uw_8MBDgVK3sp-PCU9hzU89d6h3N16fiqLApt_Sow9gwpXwzVn6SBq5vorYWDOUMxWo2hrc/s1600/nyy-kabel-300x111.jpg



·                     Kabel NYAF : Kabel ini direncanakan dan direkomendasikan untuk instalasi dalam kabel kotak distribbusi pipa atau didalam duct. Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi, kabel jenis ini sangat cocok untuk tempat yang mempunyai belokan – belokan tajam. Digunakan pada lingkungan yang kering dan tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau terkena pengaruh cuaca secara langsung.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj96P2sp_ZEw8lOyOWmf4rmQOKTDBCyTVRZvHcwuDw5thu3jzbIh2osD45X5-MS5QWTV82-h33HA4ek9XeMs7FTGzcsvrQCeBZvSQLiCi-LVjZMY6SnGgEnJMRpitzTmtBF9ugBYN_kueA/s400/1653142_nyaf.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUU8vtz9lHp7njuqNXRUrW-j9x9RKAruwot0b5h_pCKVoDzKKhiPoRH-LUOKZXMnsr2ZXjtcfxUEgGscxuqYsaRHSCP7nEagrGPVt4qcWbySpEtwTYCUncwoOh_Q9oz-Vpl8gyKOroiOY/s400/NYAF3.jpg



·                     Kabel NYFGbY/NYRGbY/NYBY : Kabel ini dirancang khusus untuk instalasi tetap dalam tanah yang ditanam langsung tanpa memerlukan perlindungan tambahan  (kecuali harus menyeberang jalan). Pada kondisi normal kedalaman pemasangan dibawah tanah adalah 0,8 meter.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSQGU0tLo0mO0EToVD85AXYI4jyrm-zNsiXBeRSGQAUQdddtsBTtr28LOg6hjSb4Y8bt90n0YLu71r1hlQW8w5SIn2kkbK5BNrlCwH96OOP2hyy32SKH9WzmQU_-3N0-z7ojBcpdlaYhI/s1600/nygby3.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMVhbygjgaJL8oVWOoCtWa_6MxXVN_WQRJcbfo-_1Y7RU4niksUVLh96Af2qv3kq9NEJLnEO31WMesEM1jYQnSOS3eSkmq3XmUkxn9X4lmAAmzvyBiKhsqwtqRaE67cBIX7er7tqIVuHE/s320/NYFGbY__.jpg



·                     Kabel NYCY : Kabel ini dirancang untuk jaringan listrik dengan penghantar konsentris dalam tanah, dalam ruangan, saluran kabel dan alam terbuka. Kabel protodur dengan dua lapis pelindung pita CU Kabel. Instalasi ini bisa ditempatkan diluar atau didalam bangunan, baik pada kondisi lembab maupun kering.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI_JssfAKlM7rPoM8Pd9h-pQn8hMlc63PleFQV3N7LLJsQ6vPysr9ukbxWXr2KIY37VvFpOKG-TEJB7Z_QzJm3AMlEYCX4C6Q_svazcIEZu090BTCfO_CjfCux_2I6uTTBHPWJp8Jmun0/s320/NYCY.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8Pys05_jQG4PEk938zicJhgizuz63c39W5wOqcR5PLY1-c3RcXO2ggkthuHt2_m2GvKKA78B19JIGuo5sckl8Zo4mUYihXDzAFZJ_yDJC_TZXjti2UJifQq_SpQQ7DDUcu_1KEnvtAWE/s1600/NYCY+lagi.jpg



·                     Kabel BC : Kabel ini dipilin/stranded, disatukan. Ukuran / tegangan mak = 6 – 500 mm2 / 500 V Pemakaian = saluran diatas tanah dan penghantar pentanahan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDhN-pL-fypcuaGE6BGYgncC-fcE3AYydX_5fBgkpEVtYnG5sWtZPcicXTrK7730OYhLUt8WrM8klGGsMwccgl8RSrRWzfxXLWW00KXJo435yB8-4pjpFRb9A-F3GP5EGLd8B6H1J5Cbo/s320/kabel+bc.jpg


·                     Kabel AAAC : Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYlTMu3y6k07Q56XNIJKwmgGRQDZDbNb6R5lkgTEFj3P-DOiWA_E7HmE7KgC6I35c6DKHIuOWhRauZ55jiIiZY732oC1bUr_9MmRhiyxqF9JPLGqI8uyTGOhYdNGMTTpJCPJ3JtLsgnWY/s1600/kabel+AAAC.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1J0ng9nDOtVyNI5_xhM94oxLGHv0OpmHlCE0KWq7ErCY9ouSdRbbcCR7vNhIqSIpNHUfc8_kM8VRia8SF_rWAO0eblUwcT-HebUHRMfvJ7wT385ROeFoczUXEaO7Ho0hHfNRreKX8Z4Q/s320/AAAC-Cable.jpg



·                     Kabel ACSR : Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran Transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2asr8aDsRRkeyo52cBWdY-WSv8lmZfyagY9oNcdVq89AtyRlT2JM5H3vK_qKlMyWMd6rv3n5S-u2o3rVyFlhUxJYCQ1V51AEXLBMbyy93ykzNzZXaqeCJchqcIA8as6WX4UCnCAYEsvI/s400/acsr1.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKLHvFVVGXxTTH8LGzYOiLXAX5CpACEWP6CGvSPJhyphenhyphencc43g3y86g5wkWn6zXr9Cm4P7V8c8-CAuODjkp90kRIOVNTbBkhZP9y9zBkvf-GWFKf5WrE77eeXKKsKV1zFuAHUUWsEDRlNYgU/s1600/ACSR_Cable_ACSR.jpg




·                     Kabel ACAR : Kabel ACAR yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran, sehingga kabel ini lebih kuat daripada kabel ACSR.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEittu4fTt1nNonHTb9PtZtaoP8IqdjUX3amuByuL-boShLTPN7lQMDzS-2ykMn9YFA71318jzJ4ce32ciNFcP9oFKd-tVeDQ54uJQSwKzRprvyiWd2Qfuc-a7A_4nLWoyfIJmGR1dTmDgk/s320/kabel+ACAR.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjywQ9yFeDWacZ9H7rrhxN4clJpnLTRakNnLtXXzbCyy14VhDwU4PZhDeZrmN5Xa9Gvouc6hyphenhyphenRBNMqyuzA0LkXEaMXpF5apEVtf7yk68XCo2EBoasGLl5GzL2BT7nJJ4RLZjQF9XJ4aQdk/s320/ACAR.jpg



·                     Kabel NYMHYO : Merupakan kabel jenis serabut dengan berintikan dua serabut. Kabel ini biasanya digunakan untuk soundsystem, loudspeaker, virtual video. Gunakan kabel jenis NYA/NYM untuk jembatan / hantaran listrik yang bersifat permanen. Untuk pemakaian daya yang besar seperti televisi, magicom, sanyo, kulkas, Ac gunakan jenis kabel ini secara langsung. Jenis kabel ini mampu menghantar hingga 700 VA sehingga aman dan menjadikan pembayaran rekening listrik menjadi murah. Untuk jenis kabel NYMHYO biasanya digunakan pada model Roll. Jika digunakan pada pemakaian daya yang besar seperti tersebut diatas hanya bersifat temporary / sementara karena jenis kabel ini hanya mamapu menghantarkan listrik 20VA-50VA. Kurangi / hilangkan pemakaian jenis kabel ini karena mudah sekali menimbulkan bahaya listrik serta menjadikan pembayaran listrik membengkak. Spin control berputar berdasarkan panas yang dikeluarkan oleh energi listrik. Untuk jenis kabel NYMHYO biasanya digunakan pada lampu taman.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDOtgxcP80bmOF7y7babfxkc3WmamREDXAahc38mx9IHrPgINYFsMICdnBv6ir4oSpo1vaviR_2aPEzydfxr5IUoaLIY2s-NIIqf9bupG4fc-bj323K52NZpxQpcLWmVfJ20JshOUKbI0/s400/NYMHYO.jpeg.bmp



·                     NYMHY : Kabel jenis ini khusus direkomendasikan untuk digunakan sebagai penghubung alat-alat rumah tangga yang sering dipindah pindah dan harus ditempat kering. Kabel ini mempunyai isolasi plastic tahan panas. Bilamana digunakan untuk penghubung alat pemanas, maka pada titik sambungannya antar alat dengan kabel, temperaturnya tidak boleh lebih dari 85 derajat Celcius, karena hal tersebut dapat membahayakan kabel itu sendiri.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKWyxee-Jivw6j4UbAL0BJpRjv_Jot3Qjqh5Bx9ibsYpJqfscUrifeHoV-kvcm5AYpGgl-f3iWblv07INcfRp9rfVeQL04PcWlWEq9-24ooze5Js8z8ojepK2jYfTqJPgQOFOR8J0yK9Y/s400/NYMHY2.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMmRDaVu5Z7kD6ilhE0f4AttMbTGfBWZxE_cfhcl6tcAz7xiJqYNIv6pJR2C3Kh552MbJIB2_nKU4LY2hZ5KXFeu-5HVmzYEezvJIhVW-l_0NT2iWaY9W_Knn-6uiW5hW9h-FxduYeALM/s400/NYMHY1.jpg

UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK NARASI



Narasi ( dari bahasa Latin: narrace: menceritakan, bercerita tentang; narratio: cerita, penceritaan ) adalah jenis karangan yang menceritakan proses kejadian suatu peristiwa. Ciri karangan narasi yaitu : adanya rangkaian peristiwa dan adanya rangkaian waktu. Selain itu ada unsur-unsur yang mempengaruhi narasi yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
UNSUR-UNSUR INTRINSIK NARASI :

1. TEMA
Tema adalah sesuatu yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karangannya.

2.  AMANAT
Amanat adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

3.   PLOT/ALUR
Plot/Aluradalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.

TAHAP-TAHAP ALUR
1.  Tahap perkenalan/Eksposisi,
Tahap perkenalan adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi  belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat).

2. Tahap pertentangan /Konflik
Tahap pertentangan adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya).

Konflik ada dua ;
1.      konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri tokoh.

2.      konflik eksternal adalah konflik yang terjadi di luar tokoh(konflik tokoh dengan tokoh, konflik tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konlik tokoh denganTuhan dll).

3.      Tahap penanjakan konflik/Komplikasi adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit (nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar-samar).

4.  Tahap klimaks adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (perubahan nasip pelaku sudah   mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita).

5. Tahap penyelesaian adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyelesaian.
MACAM-MACAM ALUR
1.      Alur maju adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang.
2.      Alur mundur/Sorot balik/Flash back adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.
3.      Alur gabungan/Campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau,kemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama) lagi.

4.     PERWATAKAN/PENOKOHAN
Perwatakan adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh
Ada tiga cara untuk melukiskan watak tokoh:
  1. Analitik adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.
Contoh :
Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak   pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang.

2.   Dramatik adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung.
Bisa melalui tempat tinggal,lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.
Contoh :
Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu. (tingkah laku tokoh)

3.Campuran adalah gabungan analitik dan dramatik.
Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia , binatang, atau benda-benda mati  yang  diinsankan.

PELAKU/TOKOH DALAM CERITA
  1. Pelaku utama adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.

2.      Pelaku pembantu adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.

3.      Pelaku protagonist adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll).

4.      Pelaku antagonis adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll).

5.      Pelaku tritagonis adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.



5. LATAR/SETTING
Latar/ setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah   cerita.
Macam-macam latar:
  1. Latar tempat adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll)
2.   Latar waktu adalah kapan cerita itu terjadi ( pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll)
3.   Latar suasana adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll)

6. SUDUT PANDANG PENGARANG
Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita.
Sudut pandang dibedakan atas :

1.      Sudut pandang orang kesatu
Pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita)

2.  Sudut pandang orang ketiga
Pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain)

UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK NARASI :

  1. Latar Belakang Penciptaan adalah kapan narasi tersebut diciptakan
2.   Kondisi masyarakat pada saat narasi diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat narasi diciptakan.
3.  Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang.


Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya


Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya
Di era serba maju sekarang ini, kita pasti sudah sangat akrab dengan air conditioner. Kehidupan modern, apalagi di perkotaan hampir tidak bisa lepas dari pemanfaatan teknologi ini. Namun apakah banyak dari kita yang tahu bagaimana cara kerja ac sehingga bisa menghasilkan udara yang nyaman (baca: dingin) bagi kehidupan kita?

Udara dingin tersebut sebenarnya merupakan output dari sistem yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu; compressor AC, kondensor, orifice tube, evaporator, katup ekspansi, dan evaporator. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai peran masing-masing bagian tersebut:
Compressor AC
Compressor AC adalah power unit dari sistem AC. Ketika AC dijalankan, compressor AC mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian diteruskan menuju kondensor.

Kondensor AC
Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi yang kemudian akan dialirkan ke orifice tube. Kondensor merupakan bagian yang “panas” dari air conditioner. Kondensor bisa disebut heat exchange yang bisa memindahkan panas ke udara atau ke intermediate fluid (semacam air larutan yang mengandung ethylene glycol), untuk membawa panas ke orifice tube.

Orifice Tube
Orifice tube merupakan tempat di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Katup Ekspansi
Katup ekspansi merupakan komponen penting dalam sistem air conditioner. Katup ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin.

Evaporator AC
Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator / pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui compressor AC untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Thermostat
Thermostat pada air conditioner beroperasi dengan menggunakan lempeng bimetal yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif.
Jadi, cara kerja AC dapat dijelaskan sebagai berkut :
Description: http://www.serviceac.net/images/ACdiagram.jpg

Compressor AC yang ada pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja (refrigent), jadi refrigent yang masuk ke dalam compressor AC dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser.

Di bagian kondenser ini refrigent yang dimampatkan akan berubah fase dari refrigent fase uap menjadi refrigent fase cair, maka refrigent mengeluarkan kalor yaitu kalor penguapan yang terkandung di dalam refrigent. Adapun besarnya kalor yang dilepaskan oleh kondenser adalah jumlahan dari energi compressor yang diperlukan dan energi kalor yang diambil evaparator dari substansi yang akan didinginkan.

Pada kondensor tekanan refrigent yang berada dalam pipa-pipa kondenser relatif jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan refrigent yang berada pada pipi-pipa evaporator.

Setelah refrigent lewat kondenser dan melepaskan kalor penguapan dari fase uap ke fase cair maka refrigent dilewatkan melalui katup ekspansi, pada katup ekspansi ini refrigent tekanannya diturunkan sehingga refrigent berubah kondisi dari fase cair ke fase uap yang kemudian dialirkan ke evaporator, di dalam evaporator ini refrigent akan berubah keadaannya dari fase cair ke fase uap, perubahan fase ini disebabkan karena tekanan refrigent dibuat sedemikian rupa sehingga refrigent setelah melewati katup ekspansi dan melalui evaporator tekanannya menjadi sangat turun.

Hal ini secara praktis dapat dilakukan dengan jalan diameter pipa yang ada dievaporator relatif lebih besar jika dibandingkan dengan diameter pipa yang ada pada kondenser.
Dengan adanya perubahan kondisi refrigent dari fase cair ke fase uap maka untuk merubahnya dari fase cair ke refrigent fase uap maka proses ini membutuhkan energi yaitu energi penguapan, dalam hal ini energi yang dipergunakan adalah energi yang berada di dalam substansi yang akan didinginkan.

Dengan diambilnya energi yang diambil dalam substansi yang akan didinginkan maka enthalpi [*] substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun, dengan turunnya enthalpi maka temperatur dari substansi yang akan didinginkan akan menjadi turun. Proses ini akan berubah terus-menerus sampai terjadi pendinginan yang sesuai dengan keinginan. Dengan adanya mesin pendingin listrik ini maka untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur suatu substansi dapat dengan mudah dilakukan.
Perlu diketahui :
Kunci utama dari air conditioner adalah refrigerant, yang umumnya adalah fluorocarbon [**], yang mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas saat dipompa (diberi tekanan), dan menjadi gas dan menyerap panas ketika tekanan dikurangi. Mekanisme berubahnya refrigerant menjadi cairan lalu gas dengan memberi atau mengurangi tekanan terbagi mejadi dua area: sebuah penyaring udara, kipas, dan cooling coil (kumparan pendingin) yang ada pada sisi ruangan dan sebuah compressor (pompa), condenser coil (kumparan penukar panas), dan kipas pada jendela luar.

Udara panas dari ruangan melewati filter, menuju ke cooling coil yang berisi cairan refrigerant yang dingin, sehingga udara menjadi dingin, lalu melalui teralis/kisi-kisi kembali ke dalam ruangan. Pada compressor AC, gas refrigerant dari cooling coil lalu dipanaskan dengan cara pengompresan. Pada condenser coil, refrigerant melepaskan panas dan menjadi cairan, yang tersirkulasi kembali ke cooling coil. Sebuah thermostat AC [***] mengontrol motor compressor AC untuk mengatur suhu ruangan.

[*] Entalphi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja.

[**] Fluorocarbon adalah senyawa organik yang mengandung 1 atau lebih atom Fluorine. Lebih dari 100 fluorocarbon yang telah ditemukan. Kelompok Freon dari fluorocarbon terdiri dari Freon-11 (CCl3F) yang digunakan sebagai bahan aerosol, dan Freon-12 (CCl2F2), umumnya digunakan sebagai bahan refrigerant. Saat ini, freon AC dianggap sebagai salah satu penyebab lapisan Ozon Bumi menajdi lubang dan menyebabkan sinar UV masuk. Walaupun, hal tersebut belum terbukti sepenuhnya, produksi fluorocarbon mulai dikurangi.

[***] Thermostat pada air conditioner beroperasi dengan menggunakan lempeng bimetal yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif/jalan.

PENTING:
Penambahan refrigerant atau Freon AC hanya diperlukan untuk mengganti volume Freon yang hilang akibat kebocoran. Selama unit AC tidak mengalami kebocoran, Anda tidak akan perlu untuk mengisi refrigerant/Freon pada saat melakukan service AC.


Komponen – Komponen ( Spare Part / Onderdil ) Utama AC Mobil meliputi :
Berfungsi memberikan tekanan pada zat pendingin ( refrigerants ) agar bersikulasi pada sistem. Kompresor ada dua jenis yaitu jenis rotari (gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin ) dan torak ( untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam silinder kompresor ). Agar kinerja kompresor tidak terlalu membebani mesin dan lebih awet maka dipasangi alat bernama pressure swicth untuk mengatur secara otomatis jalannya kompresor.
Keuntungan kompresor rotari :
Karena setiap putaran menghasilkan langkah – langkah hisap dan tekan secara bersamaan, maka momen putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil.
Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil & menghemat tempat.
Kerugian :
Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume yang besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan gesekan.
Merk kompresor AC mobil yang ada di pasaran Indonesia yang populer Denso dan Sanden. Harga kompresor ac mobil berkisar Rp. 1 jt hingga 4 jt. Rata – rata harga baru kompresor AC mobil merk Denso untuk Toyota Kijang Kapsul yaitu Rp. 1,5 jt, Innova Rp. 2 jt, Avanza Rp. 1,9 jt, Isuzu Panther dari 1,6 jt ( panther kapsul ) hingga 2 jt ( panther lama ), Suzuki Carry Futura Rp. 2jt, Daihatsu Zebra 1,9 jt, Xenia ( 1.0 )Rp. 2,1 jt, Terios Rp. 2jt, Mitsubishi Kuda Rp. 1,7 jt.
Kondensor / Kondensator ( condenser )
Berfungsi mendinginkan atau memperkecil kalor zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor. Pada saat diberi tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati kondensor menjadi dingin dan berubah jadi cair. Merk kondensor di pasaran antara lain Denso, IMT Yaruki, Paco. Harganya mulai Rp. 400rb hingga 1,5 jt tergantung merk dan jenis kendaraannya.
Receiver Dryer / Drier
Berfungsi menyerap atau mengeringkan uap air sebagai efek pendinginan zat pendingin dari kondensor. Harga receiver dryer berkisar dari Rp. 150 rb hingga Rp. 400 rb.
Katup Ekspansi ( expansion valve )
Berfungsi menurunkan tekanan zat pendingin dari kondensor sebelum masuk ke evaporator, tujuannya agar zat pendingin berfungsi optimal menyerap panas di sekitar evaporator. Bentuk ekspansi ada yang kotak dan kapiler. Hati – hati jangan sembarangan gonta – ganti atau mencampur jenis zat pendingin, sesuaikan dengan spesifikasi AC anda agar sistem terhindar dari kerusakan mengingat karakter zat pendingin berbeda – beda. Harganya hampir sama dengan receiver dryer.
Evaporator
Berfungsi mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi gas. Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas dibandingkan kondensor. Evaporator diletakkan dalam dashboard mobil dan dilengkapi motor blower atau kipas peniup untuk menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang ditiup bersih maka diperlukan filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower. Harga evaporator mulai Rp. 500 rb hingga 1 jt. Setelah zat pendingin melewati evaporator lalu kembali ke kompresor.
Zat Pendingin ( Refigerant )
Dahulu yang umum dipakai adalah freon jenis R – 12 namun karena merusak lapisan ozon maka diganti dengan jenis R 134a yang ramah lingkungan. Namun perlu diketahui AC yang didesain menggunakan zat pendingin R – 12 tidak boleh begitu saja dicampur atau full diganti R 134a tanpa mengganti beberapa sparepart sistem AC dan jenis oli kompresor. Hal ini mengingat molekul R 134a lebih kecil dari R – 12. Kalau anda memaksakan mencampur tanpa mengganti spare part dan oli kompresor maka dipastikan kompresor macet / rusak serta sering freon habis karena bocor. Oli kompresor R – 12 adalah ND-OIL6 (mineral oil) atau ND-OIL7 sedangkan Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-OIL9.
Berikut hal – hal yang perlu dilakukan untuk pindah dari R – 12 ke R 134a
Sparepart yang perlu diganti agar sistem R – 12 bisa diganti R134a yaitu : ( http://saft7.com/index.php?p=167 )
Seal / Penyekat/ O-Ring
Pada sistem AC R12, digunakan NBR(Nitrile Butadiene Rubber) sebagai bahan dasar penyekat/seal termasuk O-Ring, Lip-Seal pada kompresor dan selang-selangnya.
Sialnya, NBR ini larut dengan freon R134a karena akan mengembang dan membusa!
Sistem R134a menggunakan RBR (Rubber in Behalf of R134a), jadi bisa dibilang karet sealer khusus R134a.
Secara fisik O-Ring untuk R134a lebih tebal (gemuk) ketimbang R12.
Hose / Selang Tekanan Tinggi dan Rendah
Sampai saat ini selang tekanan tinggi dan rendah menggunakan NBR. Artinya jika tetap digunakan untuk sistem R134a akan menyebabkan freon bocor!
Jadi.. selang harus disesuaikan dengan sistem R134a.
Dryer-Receiver
Sampai sekarang isi dryer-receiver menggunakan Silica-Gel untuk menghilangkan uap air, sehingga untuk R134a dibutuhkan lebih banyak Silica-Gel. Untuk memisahkan air pada R134a digunakan Zeolite untuk menggantikan Silica-Gel.
Sistem Sambungan Pipa/Selang
Sistem penyekatan pada sambungan selang/pipa pun berbeda antara sistem R12 dengan R134a.
Hingga perubahan pada katup/socket pengisian freon pun berubah.
Magnetic Clutch
Tekanan pada suhu tinggi R134a lebih tinggi dari R12, sehingga kompresor butuh tenaga lebih besar untuk mengkompresi freon. Jelas akhirnya butuh model Magnetic Clutch yang berdaya kerja lebih baik dan kuat, selain itu rotor dan bearing pun dibuat spek yang lebih baik dari sistem sebelumnya.
Kalau magnetic clutch tidak disesuaikan… jelas sistem tidak akan bekerja dengan baik.
Condenser
Pada sistem R134a, tekanan pada sisi tekanan tinggi lebih besar ketimbang R12, sehingga terlihat perubahan bentuk pada fin yang dibuat lebih rapat dengan tube yang lebih tipis/ramping agar dapat melepas radiasi panas lebih baik.
Pressure Switch
Dari hal-hal di atas sudah terlihat bahwa tekanan dalam sistem R134a lebih besar dari R12, tentunya Pressure Switch yang dipakai untuk ON/OFF kompresor perlu berubah juga.
Expansion Valve dan Evaporator Pressure Regulator (EPR)
Akibat tekanan yang lebih tinggi maka bukaan klep pada expansion valve dan EPR juga disesuaikan sehingga kapasitas pendinginannya sama dengan R12.
Untunglah sekarang ada Musi Cool refigerant buatan Pertamina yang lebih ramah lingkungan dan cocok mnggantikan sistem R – 12 maupun R – 134a tanpa perlu mngganti sparepart.

cara menyetel gitar bagi pemula


Menyetem gitar bagi seorang pemula memang bukan hal yang mudah tetapi kalau kamu tekun di jamin pasti cepat bisa. Ada 2 cara menyetem gitar yaitu dengan bantuan instrumen lain atau dengan menyamakan suara not tertentu pada gitar. Oh iya, sebelum membaca artikel ini lebih jauh simak juga tentang posisi bermain gitar yang saya bahas sebelumnya.

Cara meyetem gitar dengan menyamakan nada pada senar lain :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3FHyOs9vOr-ctkGPcPyymZt5hAhMRPHaCjxGhnvzJqVc2o0PslkwW76poRiueh_l7Q2HYkJx8YjKqVDvRS4JAeTkJPe60zeUBoTa_E0FqJkzdORYCgvGDf_V3yVOTZZRjOAPM57hixj9k/s1600/tuning_fretboard.gif

  1. Sebelumnya tentukan dulu nada senar ke 6 sampai didapat bunyi yang cukup, jangan terlalu kencang menyetel senar ke 6 ini kira-kira saja.
  2. Tekan senar ke 6 pada fret ke 5 (lihat gambar), lalu bunyikan senar ke 6 kemudian bunyikan senar ke 5 tanpa di tekan atau los senar. Pastikan nada yang keluar pada senar ke 5 adalah sama dengan nada senar ke 6 yang di tekan pada fret ke 5. Jika belum sama, putar senar dengan mengencangkan atau mengendurkannya.
  3. Tekan senar ke 5 atau senar A pada fret ke 5 lalu bunyikan. Pastikan bunyi senar ke 4 sama dengan senar ke 5 yang ditekan pada fret ke 5.
  4. Tekan senar ke 4 atau senar D pada fret ke 5 lalu bunyikan. Pastikan bunyi senar ke 3 sama dengan bunyi senar ke 4 yang ditekan pada fret ke 5.
  5. Tekan senar ke 3 atau senar G pada fret ke 4 lalu bunyikan. Pastikan bunyi senar ke 2 sama dengan senar ke 3 yang ditekan pada fret ke 4.
6.      Tekan senar ke 2 atau senar B pada fret ke 5 lalu bunyikan. Pastikan bunyi senar ke 1 sama dengan bunyi senar ke 2 yang ditekan pada fret ke 5.


Seperti saya sebutkan di atas, ada satu lagi cara menyetem gitar dengan waktu yang lebih singkat yaitu menggunakan bantuan instrumen lain atau garpu tala. Tapi jika kamu tidak mempunyai instrumen lain, kamu bisa menggunakan online tuner atau cara menyetem gitar secara online. Kalu sekarang kamu sedang memegang gitar kamu bisa menggunakan tools ini. Caranya mudah saja, setelah kamu masuk ke situs online tuner tersebut kamu tinggal memilih nada yang akan dibunyikan dengan memencet tombol nada yang ada pada situs tersebut lalu samakan dengan nada gitar kamu. Dari 2 cara di atas usahakan agar kamu lebih mengutamakan berlatih menyetem gitar dengan cara manual, karena hal ini adalah skill terpenting belajar gitar untuk pemula. Nah itu sedikit tips cara menyetem gitar untuk pemula dari saya mudah-mudahan bermanfaat.